Tips Berwirausaha Bagi Pemula

yang harus diperhatikan ketika akan memulai usaha bagi para pemula:
  • Miliki Mimpi!Bermimpilah jadi pengusaha sukses, punya uang banyak, bisa liburan ke luar negeri dan tempat-tempat eksoktis, atau tak perlu memikirkan pekerjaan lagi karena sudah punya banyak uang
  • Obesi dan Hobi
  • Lihat KenyataanSetelah berkhayal, kembalilah ke realita. Kepala boleh di langit, tetapi kaki harus tetap menjejak bumi. Mulailah dari yang Anda punya, dan jangan membandingkan dengan milik orang lain
  • Buat Rencana BertahapMulailah membuat rencana bertahap. Buatlah kondisi dari nol dengan satu syarat, selalu melihat ke depan. Misalnya, tak punya uang tapi punya modal kemampuan
  • Susun Berbagai RencanaKetika usaha mulai berjalan, jangan hanya memiliki satu rencana saja
  • Buat Anggaran Jika usaha sudah berjalan, buat anggaran pengeluaran dan pemasukan dengan rapi (info lebih jelas kujungi web:Kompas.com )

Agar Pelanggan Senang Berbelanja di Toko Anda

Untuk Anda yang sedang merintis dunia bisnis, tips berikut mungkin perlu dipertimbangkan.
  • Buatlah desain toko yang menarik dan atmosfir yang menyenangkan. Secara konsisten sediakan barang yang berkualitas, dan buat pelanggan merasa mereka diperhatikan dengan menyediakan barang-barang berkualitas terbaik.
  • Ingat, (calon) pembeli adalah raja. Karena itu bersikaplah sopan, perhatikan apa yang diinginkan atau dicari pelanggan
  • Bila Anda mengingat seorang pembeli yang datang kembali ke toko Anda, sapalah dia dengan ramah
  • Dengan sabar jelaskan dan beri saran mengenai barang yang ingin dibeli pelanggan, misalnya merek mana yang lebih berkualitas daripada merek lainnya. Bantu pelanggan dengan menemukan barang yang dicari, dengan mencek apakah stok barang tersebut masih tersedia.
  • Jangan terjebak dengan pertanyaan pelanggan, dan hindari memberikan feedback yang negatif
  • Bila antrian pembeli akan membayar sudah cukup panjang, tawarkan untuk melakukan proses pembayaran lebih cepat
  • Pembeli menemukan sepatu yang diidam-idamkannya, namun sepatu tersebut memiliki sedikit cacat? Tawarkan bantuan, misalnya memperbaiki cacat tersebut, atau memberikan diskon sekian persen. Bantuan kecil seperti ini akan selalu diingat pelanggan
  • Jangan menempel terus di samping pengunjung toko sambil memandangi penampilan pengunjung tersebut dari atas ke bawah. Mintalah karyawan Anda untuk tidak melakukan hal tersebut karena tidak sopan
  • Bila pengunjung menanyakan sesuatu barang yang tidak tersedia di toko Anda, sampaikan penyesalan Anda dengan mengatakan, "Maaf, Mbak, kami tidak menyediakan barang tersebut
  • Bila Anda atau karyawan memang diharuskan menyapa pengunjung, lakukan hal tersebut sambil menatap matanya. Jangan biarkan karyawan berteriak-teriak, "Lihat-lihat ke dalam, Kak, banyak yang baru..." pada seseorang yang sedang lewat, namun matanya jelalatan ke arah lain
  • Bila pengunjung tak jadi membeli barang, jangan langsung meninggalkannya seolah ia orang yang sangat tidak berharga. Sampaikan terima kasih atas kunjungannya ..(Sumber : Kompas.com)

Trik Cermat Mengelola Penghasilan..

  • Bayar semua tagihan Begitu uang gaji masuk ke rekening, segera bayar semua tagihan . Hindari pembayaran dengan minimum payment. Karena itu hanya akan membayar bunganya saja, belum utang pokoknya.
  • Tabung dulu, baru belanja Setelah seluruh tagihan terbayar, Menabunglah terlebih dahulu, setelah itu baru Anda belanjakan sisa dananya. Anda tidak mau kan, sudah capek-capek bekerja tetapi tidak ada hasilnya.
  • Rekam jejak pengeluaran Penting juga dilakukan adalah mencatat semua pengeluaran Anda secara detail. Buatlah daftar apa saja pengeluaran Anda selama sebulan ke depan. Untuk menghindari pengeluaran dadakan, buatlah pos pengeluaran tak terduga.
  • Simpan semua struk Kalau sering bingung tidak tahu ke mana larinya gaji Anda, mulai sekarang sebaiknya simpan semua struk belanja. Jika Anda tahu persis permasalahannya, Anda bisa perbaiki kelemahan ini di bulan berikutnya.
  • Siasat makan siang Bukan hanya anak sekolah yang perlu membawa bekal makanan, Anda yang bekerja kantoran pun perlu melakukan hal ini. Bila Anda enggan membawa makan siang setiap hari, lakukanlah seminggu sekali. Terpenting, pintar-pintarlah mengelola uang jatah makan siang. Bila hari ini Anda makan siang di resto, maka esok harinya Anda bisa membawa bekal dari rumah. Kalau dua hari Anda jajan di luar, maka dua hari pula Anda bawa makanan sendiri. Ini akan membuat pengeluaran Anda tetap seimbang.
  • Variasi transportasi Pos transportasi juga banyak menguras pengeluaran. Bagi Anda yang membawa kendaraan pribadi, maka biaya bensin, tol, dan parkir perlu diperhitungkan

sumber : Kompas.com

3 Hal yang diinginkan Konsumen..

tips yang bisa Anda ikuti untuk bisa memenuhi keinginan konsumen dan unggul dalam persaingan:
  • Baik dalam segalanya, hebat dalam satu hal Konsumen mengharapkan bisnis Anda bisa menawarkan kualitas terbaik, dengan harga murah, dan servis yang tepat waktu. Namun, para konsumen tidak mengharapkan bisnis Anda hebat dalam ketiga aspek yang disebutkan di atas tadi. Yang bisa Anda lakukan adalah mencari tahu rating bisnis Anda dari segi harga, kualitas, dan servis. Carilah orang yang bisa memberikan penilaian obyektif. Pastikan performa perusahaan Anda lebih baik dari kompetitor Anda dalam 1 hal, dan cukup bisa bersaing untuk 2 hal lainnya.
  • Perkuat posisi Anda Pelanggan akan memilih pelayanan yang baik, produk, makanan, atau apa pun yang ingin mereka dapatkan dari uang yang mereka keluarkan berdasarkan kelebihan yang ditawarkan perusahaan. Jika mereka tak yakin apa kelebihan perusahaan Anda, mereka akan lebih memilih perusahaan kompetitor yang sudah jelas kelebihannya, dan bisa memberikan apa yang mereka cari. Langkah yang bisa Anda lakukan adalah menentukan, menambahkan, dan mempromosikan kelebihan Anda. Jika Anda memiliki harga yang cenderung lebih murah ketimbang pesaing Anda, pastikan Anda memiliki tim yang selalu memantau harga si pesaing agar bisa memastikan bahwa harga Anda adalah yang terbaik. Jangan lupa mempromosikan harga bersaing Anda tersebut untuk membantu penjualan
  • Hadapi kelemahan Anda Untuk menumbuhkan bisnis, Anda harus bisa menarik para calon pelanggan yang menganggap bahwa Anda tidak memberikan apa yang mereka butuhkan, dan menawarkan nilai tambahnya. Pelajari alasan mengapa para calon pelanggan ini tidak memilih perusahaan Anda. Pikirkan mengapa mereka berpikir bahwa perusahaan Anda tidak bisa memberikan apa yang mereka inginkan? Jika impresi mereka salah, bantu para calon pelanggan Anda untuk memandang dengan cara berbeda. Jika mereka benar, tambahkan penawaran menarik agar mereka mau berbisnis dengan Anda.
sumber : Kompas.com

Panduan Membuat Proposal Usaha..

Tidak semua orang tahu atau mengenal bidang usaha yang jadi minat Anda. Jadi buatlah penjelasan-penjelasan yang sederhana dan mudah dimengerti. Proposal usaha sebaiknya memuat tujuh hal berikut ini:
1. Gambaran usaha Poin ini memuat penjelasan secara singkat mengenai usaha yang hendak Anda jalankan.
2. Pelaku usaha Beri penjelasan tentang diri Anda. Masukkan latar belakang pendidikan atau pengalaman yang bisa menunjang pelaksanaan usaha. Pemberi pinjaman akan menganggap Anda adalah orang yang tepat.
3. Apa yang diusahakan Poin ini menjelaskan apa yang menjadi fokus usaha Anda, apakah berbentuk barang atau jasa. Beri tahu alasan pemilihan usaha tersebut. Akan lebih baik jika jenis usahanya memang sedang naik daun atau yang tak lekang dimakan waktu.
4. Target pelanggan Poin ini menjabarkan siapa calon pelanggan potensial Anda, apakah mereka pegawai kantor, ibu rumah tangga, atau yang lainnya. Jelaskan mengapa Anda memilih mereka.Sebaiknya Anda memiliki pemahaman yang mendalam soal ini karena hal tersebut akan sangat membantu aspek-aspek usaha yang lainnya. Anda jadi tahu bagaimana cara pemasaran dan promosi yang paling tepat untuk mereka. Tidak akan ada waktu, uang, dan tenaga yang terbuang percuma. Pihak yang memberi pinjaman akan melihat keseriusan Anda, dan menganggapnya sebuah kelebihan.
5. Lokasi Ini adalah salah satu poin penting dalam proposal. Jelaskan mengapa Anda memilih suatu lokasi sebagai tempat menjalankan usaha. Sebaiknya Anda menyesuaikan lokasi ini dengan barang atau jasa yang ditawarkan serta calon pelanggan.Kalau bergerak dalam bidang makanan, sangat tidak tepat rasanya bila lokasi yang dipilih adalah yang dekat dengan tempat pembuangan sampah. Bila menargetkan pelanggan dari kalangan menengah ke atas, jangan pilih lokasi yang dekat pabrik. Harus yang lebih nyaman dan berkelas.Pemberi pinjaman akan datang untuk melihat langsung lokasi itu, dan melakukan penilaian. Jika usaha terletak di tempat yang kurang strategis, tapi masih dalam batas kewajaran, yakinkan pemberi usaha bahwa Anda bisa mengimbangi kekurangan ini dengan cara-cara lain. Bisa pelayanannya yang memuaskan, atau kualitas barang atau jasanya yang di atas rata-rata.Segi pemasaran juga bisa dioptimalkan dengan menciptakan slogan yang menarik dan mudah diingat.
6. Jumlah pinjamanSebelumnya Anda harus sudah menghitung semua poin pengeluaran. Dalam proposal, cantumkan jumlah pinjaman yang sesuai dengan perhitungan yang Anda buat. Pihak bank akan menanyakan kemampuan Anda mengembalikan jumlah pinjaman itu. Berilah penjelasan yang masuk akal.
7. Arus kasArus kas (cash flow) adalah penjabaran rencana pemasukan dan pengeluaran usaha. Buatlah perhitungan secara rinci dan realistis. Jangan menetapkan target terlalu muluk di bulan-bulan awal karena usaha baru saja dimulai. Setelah beberapa waktu, baru Anda bisa menargetkan pemasukan yang jumlahnya stabil.
Panjangnya arus kas sebaiknya dibuat sesuai dengan lamanya waktu pinjaman yang disepakati. Bila pinjaman akan berlangsung selama dua tahun, aturlah arus kas selama dua tahun juga. Perinciannya dibagi dalam 24 bulan.
sumber : Kompas.com

3 JalaN u/ Mengumpulkan Modal Usaha..^^

Salah satu faktor penting yang diperlukan untuk membuka usaha adalah modal. Modal yang diperlukan untuk usaha biasanya terbagi menjadi tiga: Modal Investasi Awal, Modal Kerja, dan Modal Operasional. Namun setelah mengetahui hal ini, beberapa orang malah makin pusing. "Menghitung modal sih memang gampang. Masalahnya sekarang, gimana caranya supaya modalnya bisa terkumpul?" begitu mungkin yang Anda pikirkan.

Ada 3 jalan untuk mengumpulkan modal usaha:
1. Modal sendiri Pertama jelas, kalau Anda ingin membuka usaha, Anda bisa memakai modal sendiri. Caranya bisa dengan mengambil dari simpanan yang Anda miliki sekarang, entah dari tabungan atau deposito, atau dengan menjual aset yang Anda punya. Sebagai contoh, banyak orang yang menjual sepeda motornya untuk dijadikan modal usaha, atau menjual perhiasan yang dimiliki.
Menjual barang untuk menambah modal usaha adalah hal yang biasa. Yang paling penting, jangan merasa terlalu sayang untuk menjual beberapa aset Anda untuk menambah modal usaha. Contohnya, kalau Anda tidak mempunyai uang untuk modal usaha dan harus menjual perhiasan Anda, ya jual saja. Kelak bila usaha Anda sudah berhasil, Anda toh bisa membeli lagi perhiasan yang lebih bagus. Betul, enggak?
2. Meminjam Meminjam uang untuk modal usaha juga sering dilakukan orang. Dengan meminjam, seringkali usaha yang memang Anda impikan bisa lebih cepat terwujud. Hal ini lebih baik daripada menunggu hingga modal terkumpul. Hanya saja, karena modal itu Anda dapatkan dengan meminjam, Anda betul-betul harus memperhatikan cash flow Anda. Ini karena Anda pasti harus mengembalikan uang yang Anda pinjam. Entah dengan mengembalikannya secara bulanan, 6 bulanan, atau mungkin tahunan.
Dalam hal meminjam, bahwa banyak orang yang seringkali terlalu fokus kepada bagaimana mereka bisa mendapatkan pinjaman, tetapi tidak memikirkan apa yang bisa mereka lakukan untuk mengembalikan pinjaman tersebut. Jadi, ketika meminjam, cobalah untuk memikirkan bagaimana caranya Anda bisa mengembalikan pinjaman tersebut.
Tipsnya, ketika Anda memikirkan caranya, jangan terlalu optimis bahwa pendapatan dari usaha Anda pasti bisa langsung besar di bulan-bulan pertama. Kalau perlu, buatlah perkiraan sepesimis mungkin. Dari perkiraan yang pesimis tersebut, Anda pasti bisa melakukan penilaian apakah pengembalian yang akan Anda lakukan nantinya bisa lancar atau tidak.
3. Kerja sama Daripada Anda memakai dana milik Anda sendiri semuanya, atau daripada Anda meminjam, mengapa tidak mencoba menjalin kerja sama dengan orang lain? Dengan menjalin kerja sama, maka risiko usaha Anda bisa lebih kecil karena harus dibagi bersama teman-teman Anda. Cuma, keuntungan yang Anda dapatkan tentu juga harus dibagi. Artinya, risiko dibagi, keuntungan juga harus dibagi.
Sekarang masalahnya, adakah orang yang mau kerjasama dengan Anda? Itu tergantung apakah Anda bisa dengan baik menawarkan keuntungan yang masuk akal pada usaha yang Anda tawarkan. Tetapi, tawaran keuntungan saja belum cukup lho. Anda juga harus bisa memberikan pendekatan yang baik, tidak sombong pada orang-orang yang ingin Anda ajak kerjasama.
Selain itu, bila memungkinkan, penjelasan yang Anda berikan juga harus masuk akal, seadanya, dan tidak melulu memaparkan keuntungan pada orang yang ingin Anda ajak kerjasama.
Nah, sekarang, Anda sudah tahu bagaimana mengumpulkan modal untuk membuka usaha. Mudah-mudahan dari tiga pilihan tersebut di atas, Anda bisa menentukan pilihan mana yang terbaik.

sumber : kompas.com

4 LangkaH awaL BerWiraUsaha..

4 langkah yang perlu diperhatikan untuk memastikan debut berwiraswasta Anda berhasil :
  • Kenalilah Pasar Anda Riset, riset, dan riset. Riset tentang pasar Anda, riset tentang kompetitor Anda, dan cari tahu berapa harga yang mereka pasarkan untuk produk atau jasa mereka. "Jangan lupa untuk mencoba berbincang dengan target utama Anda," saran Ellen Parlapiano, pendiri mompreneursonline.com. Cari tahu apakah mereka akan tertarik dengan apa yang Anda jual, dan apakan mereka bersedia mengeluarkan uang untuk apa yang Anda tawarkan.
  • Rencanakan Kesuksesan AndaUntuk mendapatkan persetujuan pinjaman dari bank, Anda akan perlu perencanaan bisnis -atau setidaknya datang dengan tujuan dan misi perusahaan. Pastikan Anda sudah tahu apa yang ingin Anda raih dalam beberapa tahun ke depan dan bagaimana cara yang akan Anda raih.
  • Bermain dengan Aturan Anda tentu tak mau harus menutup perusahaan Anda tiba-tiba karena tersandung masalah perizinan, kan? Nah, karena itu, pahamilah bahwa dalam segala hal, akan ada aturan yang memikat. Mulai dari izin pendirian lembaga bisnis, hingga izin memasang iklan. Contoh lain, bahwa Anda akan butuh sertifikat jika ingin membuka sebuah lembaga jasa, misal, studio Pilates.
  • Sebarkan Beritanya Anda harus jeli melihat kemungkinan pemasaran. Misal, jika pasar Anda adalah kalangan ibu-ibu, maka Anda saat ini pasti sudah tahu bahwa makin banyak ibu-ibu yang memperluas pergaulan mereka lewat internet. Anda bisa merengkuh kenyataan ibu-ibu itu senang bersosialisasi. Bahwa mereka senang menyampaikan kabar-kabar bagus (dan buruk). Cobalah untuk berinvestasi lewat iklan di sekitar tempat ibu-ibu sering berkumpul, atau membagi sampel. Atau dengan beriklan lewat milis-milis yang anggotanya ibu-ibu. Anda bisa menggunakan platform tersebut untuk membangun komunitas pasar Anda dengan terus menginformasikan kepada mereka berita-berita terbaru dari produk/jasa Anda, sekaligus meriset akan kebutuhan dan keinginan mereka.

Sumber : Kompas.com

abcs